Rabu, 08 Mei 2013

Natly love story 2



“ apa iya, cuma gue doang yang belom punya pacar? apa iya, nggak ada cowok yang mau sama gue? Apa iya….”
“Woi, kalo nanya tu satu satu!” kata gabriella memotong pembicaraanku. Saat ini kami sedang ada di kantin, menikmati 30 menit waktu istirahat kami yang terasa sangat singkat. Gabriella menghampiriku yang duduk di meja agak pojok sebelah kanan kantin, dengan dua buah mangkok bakso. Kemudian ia duduk di hadapanku dan mulai membuka majalah strowberrynya ( lagi) itu. “ La, emangnya salah ya, kalo belom punya pacar?mmm… jomblo itu kaga bagus buat kesehatan, ya?” 
“Nat, lo nggak nyadar ya?”
“apa? Ada apa?’
SKIP
Kriing…Kring..bel pulang pun berbunyi. Aku dengan sigap merapihkan barang-barangku ke dalam tas, dan bersiap-siap untuk pulang, Tapi…”NATALY!” panggil seseorang. “ Ya?”
“tolong bantuin piket dong?” ternyata Daniel. “Lha … yang lain mana?” tanyaku. Kemudian menjatuhkan tasku kembali ke kursi, dan artinya aku mau membantunya. “Kamu gladi resik sendiri ya…teman-temanmu sakit!” canda Daniel, tapi ….kenapa nggak semangat gitu kedengerannya? “ Lo kenapa sih?”
Nggak apa-apa!” jawabnya ketus. Wajahnya semerawut, layaknya jalanan kota Jakarta di siang hari. Dia juga tidak semangat seperti biasanya, lemas….
“ Nataly…”
“iya, ada apa?”
“Lu…mau nggak jadi pacar gue”
“HAH?!”
“A…apaan sih lo! Bercanda jangan kelewatan deh!!” aku menepuk pundak kanan Daniel sambil menyeringai. “Gue serius..” Daniel menggenggam erat kedua tanganku, menunjukkan ke seriuasannya akan kata katanya barusan. “Lu kan udah punya pacar!”
“Tapi….gue sayang sama lo!”
“Gue nggak mau jadi orang ke tiga!!!”
“Tapi…”
“Pokoknya gue nggak mau!!! TITIK!!!”
Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar